LAPORAN LKM KARak'S
>> <<
Siapa yang gak kenal dengan jejaring sosial yang satu ini, mulai dari kalangan anak-anak sampai kalangan sesepuh. Facebook merupakan suatu komunitas terbesar dunia maya diseluruh jagad raya ini. Pada hari ini (4/09) Komunitas yang selalu eksis di situbondo yang menamakan KARak’S (Komunitas Asprisari Rakyat Situbondo) mengadakan halal bihalal bersama facebooker dari ujung timur sampai barat kota Situbondo.
Acara salam-salaman ini bertempat di LPK Prestasi Jl. Garuda No.39 dusun Rawan Selatan desa Besuki kecamatan Besuki kabupaten Situbondo dan dihari puluhan facebooker yang berwilayah di kota santri.
“Tidak ada tujuan lain dalam acara halal bihalal ini, hanya silaturrahmi dihari raya idul fitri 1432 H. kami selaku koordinator presidium KARak’S mengucapkan terima kasih terhadap semua undangan yang berekenan hadir,” ungkap koordinator KARak’S, Mashudi STP dihadapan undangan.
Lebih lanjut, pria yang berdomisili di Jl. PB Sudirman Situbondo ini mengatakan, pihaknya bersama KARak’S akan terus mengupayakan kesejahteraan masyarakat dari berbagai hal. KARak’S sudah melakukan kegiatan sosial berupa pengobatan gratis, pemberian makanan tambahan serta USG dan pemeriksaan ibu hamil. “Kami tidak hanya bicara di dunia maya (facebook, red) saja, akan tetapi di dunia nyata telah kami buktikan, salah satunya kegiatan halal bihalal ini,” jelasnya.
Sementara itu, Edy Sutrisno salah satu pentolan KARak’S yang berda di pulau dewata juga hadir memeriahkan acara tahunan ini. Bahkan dirinya mengharapkan kepada KARak’S untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat tanpa harus mengharapkan tangan dari pemerintah. “Dan ini kami buktikan dengan kegiatan sosial dalam bentuk kesehatan dan ekonomi kerkayatan yang sudah berjalan sekitar satu tahun yang lalu,” ungkap Edy.(onk)
Acara salam-salaman ini bertempat di LPK Prestasi Jl. Garuda No.39 dusun Rawan Selatan desa Besuki kecamatan Besuki kabupaten Situbondo dan dihari puluhan facebooker yang berwilayah di kota santri.
“Tidak ada tujuan lain dalam acara halal bihalal ini, hanya silaturrahmi dihari raya idul fitri 1432 H. kami selaku koordinator presidium KARak’S mengucapkan terima kasih terhadap semua undangan yang berekenan hadir,” ungkap koordinator KARak’S, Mashudi STP dihadapan undangan.
Lebih lanjut, pria yang berdomisili di Jl. PB Sudirman Situbondo ini mengatakan, pihaknya bersama KARak’S akan terus mengupayakan kesejahteraan masyarakat dari berbagai hal. KARak’S sudah melakukan kegiatan sosial berupa pengobatan gratis, pemberian makanan tambahan serta USG dan pemeriksaan ibu hamil. “Kami tidak hanya bicara di dunia maya (facebook, red) saja, akan tetapi di dunia nyata telah kami buktikan, salah satunya kegiatan halal bihalal ini,” jelasnya.
Sementara itu, Edy Sutrisno salah satu pentolan KARak’S yang berda di pulau dewata juga hadir memeriahkan acara tahunan ini. Bahkan dirinya mengharapkan kepada KARak’S untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat tanpa harus mengharapkan tangan dari pemerintah. “Dan ini kami buktikan dengan kegiatan sosial dalam bentuk kesehatan dan ekonomi kerkayatan yang sudah berjalan sekitar satu tahun yang lalu,” ungkap Edy.(onk)
Banyak kalangan memnfaatkan bulan suci ramadhan sebagai momentum untuk berbuat kebaikan. Pada bulan penuh berkah kali ini dimanfaatkan oleh Komunitas Aspirasi Rakyat Situbondo (KARak’S) untuk membagikan paket lebaran kepada rakyat riskin yang berda di desa Mangaran kecamatan Mangaran, Situbondo.
Pembagian paket yang bertempat di kantor LKM (Lembaga Keuangan Mikro) KARak’S desa Mangaran ini (27/08) dikumpulkan dari kepedulian anggota KARak’S kepada masyarakat miskin yang mencapai sekitar 38 paket. “Ini salah satu bentuk kepedulian KARak’S kepada rakyat miskin yang berhasil kami kumpulkan dari anggota,” kata Sekjen KARak’S , Andre Setiawan dihadapan penerima paket lebaran ini.
Untuk itu, lanjutnya, kami mengharapkan KARak’S terus bisa berbagi untuk masyarakat karena komunitas ini tidak ada tujuan lain selain untuk masyarakat. “Kita berbuat tanpa bantuan pemerintah, ini murni iuran anggota. Untuk itu, kami mengharapkan masayarakat sudi menerima paket yang kecil dan kurang berarti ini,” kata Andre merendah.
Perlu diketahui, dalam acara yang berlangsung sore hari itu dihadiri oleh sang sesepuh dari kota Djogja yakni Ke No'e yang turut serta membagikan paket sembako tersebut. "Sya datang kesini demi masyarakat," ungknya santai.
Disisi lain, salah satu penerima paket, Nyi Rakma, saat ditemui mengatakan, dirinya tidak megukur besar kecilnya paket lebaran ini, melainkan kepdulian KARak’S kepada rakyat miskin khususnya di desa Mangaran. “Bule pon kaso’on eparenge niko, masalah rajhe kene’na bentuan niko sepenting ikhlas (Saya sangat berterima kasih atas ini (paket), maslah besar kecilnya bantuan ini yang penting ikhlas),” ungkap wanita dengan usia kepala delapan tersebut.(onk)
Pembagian paket yang bertempat di kantor LKM (Lembaga Keuangan Mikro) KARak’S desa Mangaran ini (27/08) dikumpulkan dari kepedulian anggota KARak’S kepada masyarakat miskin yang mencapai sekitar 38 paket. “Ini salah satu bentuk kepedulian KARak’S kepada rakyat miskin yang berhasil kami kumpulkan dari anggota,” kata Sekjen KARak’S , Andre Setiawan dihadapan penerima paket lebaran ini.
Untuk itu, lanjutnya, kami mengharapkan KARak’S terus bisa berbagi untuk masyarakat karena komunitas ini tidak ada tujuan lain selain untuk masyarakat. “Kita berbuat tanpa bantuan pemerintah, ini murni iuran anggota. Untuk itu, kami mengharapkan masayarakat sudi menerima paket yang kecil dan kurang berarti ini,” kata Andre merendah.
Perlu diketahui, dalam acara yang berlangsung sore hari itu dihadiri oleh sang sesepuh dari kota Djogja yakni Ke No'e yang turut serta membagikan paket sembako tersebut. "Sya datang kesini demi masyarakat," ungknya santai.
Disisi lain, salah satu penerima paket, Nyi Rakma, saat ditemui mengatakan, dirinya tidak megukur besar kecilnya paket lebaran ini, melainkan kepdulian KARak’S kepada rakyat miskin khususnya di desa Mangaran. “Bule pon kaso’on eparenge niko, masalah rajhe kene’na bentuan niko sepenting ikhlas (Saya sangat berterima kasih atas ini (paket), maslah besar kecilnya bantuan ini yang penting ikhlas),” ungkap wanita dengan usia kepala delapan tersebut.(onk)
Oleh : Edy S Triesno - Ramadhan adalah bulan tarbiyah, pendidikan, atau latihan bagi jiwa dalam menghadapi berbagai permasalahan sehingga siap melaksanakan berbagai kegiatan. Pada bulan ini biasanya manusia melipat gandakan amal dan ibadatnya. Tarbiyah selama sebulan penuh seharusnya diikuti pada bulan-bulan berikutnya dengan berbagai amal saleh. Ramadhan menjadi training centre untuk berlatih memperbaiki diri agar menjadi insan yang bertakwa. Untuk itu diperlukan persiapan dan latihan selama bulan Ramadhan. Rasulullah saw. memberikan pembelajaran kepada kita agar diberikan kekuatan dan kemampuan agar dapat melakukan berbagai amal saleh. Ramadhan mendidik manusia menjadi Rabbani, bukan hanya menjadi Ramadhani, yaitu manusia yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt. selama hidupnya tidak hanya pada bulan Ramadhan saja. Ramadhan memerlukan kesiapan diri untuk berjuang dan bertarung melawan hawa nafsu dan syetan serta menyiapkan diri mendapatkan keridhaan Allah swt.
Sejatinya setelah kita menjalankan shaum sebulan penuh di bulan Ramadhan akan mendapatkan hari kemenangan setelah bertarung melawan hawa nafsu. Shiyam atau shaum yang kita laksanakan selama bulan Ramadhan ini pada hakekatnya bukan hanya sekedar menahan lapar, dahaga dan dorongan pemenuhan kebutuhan seksual di siang hari semata-mata. Perjuangan yang paling berat adalah berperang melawan dorongan hawa nafsu yang selalu cenderung untuk menyuruh kepada hal-hal yang buruk atau jahat. Firman Allah swt. dalam QS Yusuf ayat 53,”Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dorongan hawa nafsu yang muqoddimahnya adalah tuntutan pemenuhan kebutuhan perut dan syahwat apabila diikuti tanpa kendali akan menjerumuskan manusia ke dalam perilaku yang nista. Diantara contohnya adalah perilaku serakah, mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya, atau perbuatan-perbuatan lain yang dilarang oleh syari’at Islam dan/atau bertentangan dengan norma-norma serta aturan-aturan perundangan yang berlaku. Bila kita perhatikan secara seksama, perbuatan-perbuatan seperti itu pada hakekatnya adalah mengikuti dorongan-dorongan nafsu dan bujukan syetan yang harus diperangi, bukan hanya di bulan suci Ramadhan tetapi harus diperangi setiap saat dalam kehidupan kita. Upaya untuk melatih diri dalam melawan dorongan hawa nafsu ini dilakukan dengan menjalankan shaum selama bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan umat Islam dilatih untuk mengendalikan diri atau menahan diri dari memenuhi kebutuhan hawa nafsu meskipun hal semacam itu pada waktu-waktu lain halal dilakukan. Contohnya adalah makan, minum, dan bergaul intim suami isteri yang sah menurut syariat Islam pada waktu siang hari. Pengendalian diri ini untuk membebaskan diri dari penghambaan kepada hawa nafsu. Itulah yang disebut dengan jihadunnafs atau jihad melawan hawa nafsu, seperti firman Allah dalam QS. Al Ankabuut ayat 69,”Dan barangsiapa berjihad untuk mencari keridhaan Kami, sungguh akan Kami tunjukan kepadanya jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat kebaikan.” Shaum merupakan fondasi dasar dalam pembentukan semangat atau mental izzatun nafs (berjiwa besar) yang diperlukan untuk tetap berdirinya dengan tegak Islam di muka bumi ini. Kaum muslimin seharusnya mampu menjawab tantangan jaman yang sedang berkembang pesat ini yang cenderung lebih memperturutkan hawa nafsu materialistis dan kurang memperhatikan nilai-nilai spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.
Alhamdulillah shaum Ramadhan yang pada hakekatnya merupakan latihan dan/atau ikhtiar men-charge kembali (charging) kemampuan melawan hawa nafsu ini sedang/sudah kita laksanakan sebulan penuh. Kita bersyukur karena akan dan telah memenangkan peperangan melawan hawa nafsu ini sehingga kita nantinya dapat kembali kepada fitrah asli yaitu cenderung selalu taat kepada aturan dan hukum-hukum Allah swt. Dengan kemenangan ini diharapkan ketakwaan kita meningkat, sehingga dalam menjalani kehidupan pada hari-hari selanjutnya kita akan mampu menahan dorongan nafsu dan bujuk rayu syetan yang mengarah pada perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan baik oleh syari’at Islam maupun oleh hukum-hukum positif.
Ibadah shaum pada hakekatnya merupakan suatu proses pendidikan, yakni upaya yang secara sengaja dilakukan untuk mengubah perilaku setiap Muslim, sehingga menjadi orang yang meningkat ketakwaannya. Shaum telah mendidik setiap muslim untuk mengubah perilakunya ke arah yang lebih baik sehingga menjadi manusia yang bertakwa. Melalui ibadah shaum kita sebagai manusia yang memiliki nafsu dan cenderung ingin selalu mengikuti hawa nafsu dilatih untuk berubah menjadi manusia yang selalu berperilaku sesuai dengan fithrah aslinya. Fithrah asli manusia adalah cenderung taat dan mengikuti perintah dan aturan Allah swt. Melalui proses pendidikan yang terkandung dalam ibadah shaum diharapkan setiap muslim menjadi manusia yang kehadirannya di manapun dalam masyarakat yang bersifat plural ini dapat memberi manfaat kepada sesama.
Ketakwaan sebagai tujuan akhir dari menjalankan ibadah shaum mengandung implikasi pada proses pendidikan yaitu menyucikan diri, mengendalikan sikap dan perilaku untuk senantiasa beribadah sehingga membentuk kepribadian muslim. Pribadi muslim yang memiliki fikiran yang bersih dan suci untuk senantiasa mengkaji semua ciptaan Allah swt. sehingga kita mensyukuri nikmat dari Allah swt. yang telah diberikan kepada kita. Dengan fikiran yang bersih dan suci ini dapat mengembangkan kecerdasan kita, cerdas dalam berpikir, bersikap, dan berprilaku sehingga apa yang dilakukannya senantiasa memilki nilai positif dan tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain.
Shaum pun memberikan pendidikan agar terbentuknya akhlakul karimah seperti keikhlasan dalam menjalankan semua peribadatan shaum, kejujuran untuk tidak melanggar aturan atau hukum shaum yang telah ditentukan meskipun tidak ada orang yang memperhatikannya, kepedulian kepada orang lain terutama kaum dhuafa atau fakir miskin. Dengan berakhlakul karimah ini akan dapat mengembangkan potensi pengetahuan, sikap, dam keterampilan yang ada pada dirinya sehingga menjadi muslim yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat. Potensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki sebagai hasil dari shaum ini diantara untuk meningkatnya produktifitas hidup. Shaum bulan Ramadhan memberikan pendidikan agar senantiasa menjaga produktiftas hidup sehingga terus berkembang tidak menurun atau melemah karena alasan lapar atau dahaga. Dalam sejarah banyak peristiwa yang menunjukkan justeru pada bulan Ramadhan itu dengan diraihnya prestasi yang gemilang. Misalnya penaklukan Kota Mekah pada tahun ke 8 Hijriah, Perang Tabuk pada tahun ke 9 Hijriah, Penaklukan Andalusia pada taun ke 92 Hijriah, dan yang fenomenal adalah Perang Badar.
Pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah Rasulullah saw. bersama para sahabat berhasil memenangkan perjuangan dalam upaya menegakkan Islam di muka bumi ini, yaitu berhasil memenangkan Perang Badar yang sangat berat. Padahal pada saat perang itu Rasulullah saw. hanya bersama 313 orang sahabat dari kaum Muhajirin dan Anshar. Jumlah pasukan yang sedikit dan dengan perlengkapan perang yang minim ini harus berhadapan dengan pasukan bangsa Quraisy yang berjumlah tiga kali lipat sekitar 1000 orang dan dengan peralatan perang yang lengkap. Perbedaan jumlah pasukan dan perlengkapan perang ini ternyata tidak menjadikan halangan bagi Rasulullah saw. dan para sahabat untuk memenangkan perang itu dengan sukses.
Kemenangan ini terjadi diantaranya karena perjuangan itu dilakukan penuh dengan semangat dan jiwa jihad serta tidak menurunkan produktivitasnya sebagai prajurit yang saat itu sedang shaum Ramadhan. Rasulullah saw. berhasil menanamkan ruh jihad pada para sahabat pada bulan Ramadhan yang penuh berkah. Kemenangan ini menjadi semangat dakwah bagi kaum muslimin untuk selalu berani, taat, dan bersungguh-sungguh dalam kebaikan dan kebenaran. Pasca perang Badar ini pun Rasulullah saw tetap memperhatikan pendidikan dengan membebaskan tawanan perang Badar tersebut, namun sebelumnya mereka harus mengajarkan baca tulis kepada penduduk Madinah. Perang Badar di dalam Al Quran disebut dengan yaumal furqon (hari pemisah haq dan bathil) yaitu dengan bertemunya dua pasukan di medan perang sebagaimana tercantum dalam QS. Al Anfaal ayat 41,”… Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqon, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah berkuasa atas segala sesuatu.” Berdasarkan ayat ini pula para ulama sepakat bahwa Al Quran diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan. Dari perjuangan dan kemenangan dalam berbagai peperangan termasuk perang Badar ini memberikan pendidikan bahwa shaum tidak menurunkan semangat berjuang atau produktifitas kerja. Malahan sebalikya mampu menjadikan dorongan untuk selalu berjuang atau berjihad memberikan hasil yang terbaik dengan landasan semangat keislaman.
Aktivitas Rasulullah saw. dan para sahabat pada bulan Ramadhan tetap semangat berdakwah ke berbagai tempat menyampaikan risalah Islam, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah pada yang munkar. Ma’ruf adalah perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah swt. Sedangkan munkar adalah perbuatan yang menjauhkan kita dari Allah swt. Ramadahan adalah bulan untuk lebih mengakrabkan diri dengan Al Quran dengan membaca, mengkaji dan memahami serta mengamalkan isi kandungan yang ada di dalamnya. Untuk itu Sebagai orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan sudah sepatutnya kita renungkan QS. Ali Imran ayat 110,”Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi manusia, kalian menyuruh kemakrufan dan mencegah kemunkaran, serta beriman kepada Allah swt.” Di dalam QS Ali Imran ayat 4,”Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” Ayat ini mengandung arti bahwa hendaknya ada sebagian umat manusia mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar sesuai dengan kemauannya.
Islam mengajarkan kepada kita bukan hanya ajaran-ajaran yang khusus diperuntukan bagi umat Islam saja, tetapi juga mengajarkan berbagai ajaran tentang nilai-nilai yang bersifat universal. Diantara ajaran-ajaran Islam yang mempuyai nilai universal adalah ajaran yang menekankan pentingnya setiap muslim agar dia memberi manfaat kepada orang lain. Dalam ajaran Islam, salah satu indikator keunggulan kualitas seseorang adalah seberapa besar dia mampu memberi manfaat kepada orang lain. Artinya semakin besar seorang mampu memberi manfaat kepada orang lain, maka makin baik atau makin unggul pula kualitas keberagamaannya. Rasulullah saw. bersabda,”Sebaik-baik manusia (muslim) adalah yang paling (banyak) memberi manfaat kepada manusia”. Di dalam Al Quran surat An Nahl ayat 97, Allah swt berfirman,”Barangsiapa berbuat kebaikan dari laki-laki ataupun perempuan dan dia mukmin niscaya Kami akan menghidupkannya dengan kehidupan yang baik dan Kami memberi balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”
Sehubungan dengan kesibukan saya, mohon maaf sebesar-besarnya karena keterlambatan laporan LKM KARak'S secara online kepada semua pengurus dan masyarakat secara luas. Akan tetapi, dengan kometmen yang kita bangun selama ini akhirnya kami selaku Manager LKM KARak'S di Desa Mangaran - Kecamatan Mangaran melaporkan kegiatan LKM KARak's pada Bulan Juli 2011 ini. Terima kasih atas pengertiannya.
Neraca LKM KARak'S
Per 31 Juli 2011
---- AKTIVA --- | |||
101. | HARTA LANCAR | ||
101,1 | Kas | 1.636.300 | |
101,2 | Bank | - | |
101.3 | Piutang | 8.216.659 | |
101.4 | Penyisihan Piutang | - | |
101.5 | - | - | |
Jumlah Harta Lancar | 9.852.959 | ||
102. | INVESTASI JANGKA PANJANG | ||
102,1 | - | - | |
102,2 | - | - | |
Jumlah Investasi Jangka Panjang | - | ||
103. | HARTA TETAP | ||
103,1 | Peralatan Kantor | 25.000 | |
103,2 | Akumulasi Penyusutan | - | |
103,3 | - | - | |
Jumlah Harta Tetap | 25.000 | ||
104. | KEWAJIBAN DAN HARTA TITIPAN | ||
104,1 | - | - | |
104,2 | - | - | |
Jumlah Kwajiban & Harta Titipan | - | ||
105. | HARTA LAIN- LAIN | ||
105,1 | - | - | |
105,2 | - | - | |
Jumlah Harta Lain -Lain | - | ||
106. | HARTA TETAP | ||
JUMLAH SELURUH AKTIVA | 9.877.959 | ||
--- PASIVA --- | |||
201. | KEWAJIBAN LANCAR | ||
201,1 | Modal LKM | - | |
201,2 | Dana - Dana | -332.000 | |
201,3 | Simpanan Sukarela | 988.000 | |
201,4 | Simpanan Hari Raya | 388.450 | |
201,5 | Beban yg msh hrs dibayar | - | |
201,6 | Simpanan Wajib Simpan | 745.500 | |
Jumlah Kewajiban Lancar | 1.789.950 | ||
202. | KEWAJIBAN JANGKA PANJANG | ||
202,1 | Hutang Pihak III | - | |
202,2 | Modal Penyertaan EO | 5.100.000 | |
202,3 | - | ||
Jumlah Kwjb. Jangka Panjang | 5.100.000 | ||
300 | EKUITAS | ||
300,1 | Simpanan Pokok | 700.000 | |
300,2 | Simpanan Wajib | 219.000 | |
300,3 | Donasi | - | |
300,4 | Cadangan | - | |
300,5 | Sisa Hasil Usaha Berjalan | 2.069.009 | |
Jumlah Ekuitas | 2.988.009 | ||
JUMLAH SELURUH PASIVA | 9.877.959 | ||
Oleh : Joko Kussuharto - Para Pembaca,...Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Tidak diragukan lagi bahwa manusiayang memiliki fitrah yang suci pasti menci-citakan kebahagiaan dan ketentraman dalam rumah tangganya serta kehidupannya. Terkhusus di zaman sekarang yang penuh fitnah. Sesuatu yang diharamkan Allah sianggap sebagai sesuatu yang halal .perbuatan yang melanggar norma agama dianggap sebagai hal yang wajar dan lumrah. Masyarakat pun semakin jauh dari bimbingan Allah dan rasul-Nya.Sungguh dalam kondisi semacam ini seorang hamba sangat butuh pertolongan_Nya yakni Allah SWT......
Saudaraku se-iman...Maaf...hari ini ku mengisi Kultum yang kosong menggantikan posisi jadwal rekan yang sibuk berhalangan.....Sebagai saudara sudah merupakan kewajiban untuk membantunya....Saudara ku.... Merupakan ditrah yang telah Allah jadikan pada diri manusia bahwa kaum pria memiliki ketertarikan kepada wanita dan juga sebaliknya.
Allah dalam Al-Qur'an menyatakan (Artinya)" Dijadikan indah pada (Pandangan) manusia kecintaan kepada sesuatu yang diingini,yaitu :Wanita-wanita,anak anak,harta yang banyak dari jenisnya emas,perak,kuda pilihan,binatang-binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baiok (Surga). " (ALI IMRAN : 14)
Sehingga Allah dengan hikmah-Nya memiliki syari'at yang mengatur hubungan keduanya (Laki-Wanita) melalui lembaga yang disebut : PERKAWINAN Dalam sebuah hadist diriwayatkan dari Abu Hurairah.Rasulullah bersabda : " Tiga golongan yang Allah PASTI akan menolong mereka: Budak yang hendak menebus dirinya, Seorang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatannya dan seorang yang berjihad di jalan Allah.".....
Saudaraku para pemuda.....sengaja ku menulis di KULTUM ini dengan nuansa berbeda sebab, saya hanya mewakili rekan yang berhalangan namun ada relevansinya dengan puasa, Ini merupakan solusi bagi pemuda yang belum mampu untuk menikah agar ia berpuasa, Dengan berpuasa ia lebih mampu untuk mengendalikan hawa nafsunya,lebih menjaga kehormatan dan pandangannya dari perkara yang diharamkan bukan dengan cara yang tidak syar'i seperti onani karena yang demikian itu (Ada) yang mengharamkan namun (Ada) sbagian Ulama yang memakruhkan....
Para pembaca...dengan ini marilah kita bersama (Khususnya diri saya sendiri), berusaha menjadikan petunjuk Allah dan bimbingan Rasulullah,SAW. agar kita bahagia dan selamat dunia dan Akherat. Dengan mengamalkannya hidup kita akan senantiasa terjaga dan diliputi ridha' dari Allah SWT. Wallahua'lam bishshawab.
Oleh : Bahrudin Siregar - Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah bagi junjungan kita Nabi Muhammad, kepada keluarganya, para sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Para pembaca KARak’S Besoeki yang dirahmati Allah Ta’alaa, wabilkhusus Guru Spirituil saya Ke No’e yang selalu saya ta’dzimi, perkenankanlah saya ingin menyampaikan beberapa hal berkenaan dengan ibadah Puasa Ramadhan, yaitu sepuluh tanda ibadah Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
Sepuluh Tanda Bila Ibadah Bulan Ramadhan Diterima Allah SWT
Para pembaca KARak’S Besoeki yang dirahmati Allah, jika seorang hamba mengetahui bahwa kebanyakan dari amalan bisa ditolak dari pelakunya karena banyak sebab, maka yang terpenting adalah mengetahui sebab-sebab diterimanya amalan, jika dia menemukannya dalam dirinya maka hendaklah dia memuji Allah Ta’alaa, dan beramal dengan teguh dan konsisten diatasnya, namun jika tidak menemukannya maka hendaklah hal pertama yang diperhatikannya dari sekarang adalah: mengamalkannya dengan sungguh-sungguh serta ikhlas karena Allah Ta’ala semata.
Maka apakah sebab-sebab dan tanda-tanda diterimanya amalan?
1- Tidak kembali berbuat dosa setelah melakukan ketaatan:
Karena kembali kepada dosa merupakan tanda kebinasaan dan kerugian,
Kebanyakan manusia bertaubat sedangkan dia selalu mengatakan: sesungguhnya aku tahu bahwa aku akan kembali...jangan katakan seperti itu...tetapi katakan: Insya Allah saya tidak akan kembali. Dan memohon pertolongan kepada Allah dan berazam untuk tidak kembali lagi.
2-Takut jika amalannya tidak diterima:
Dan seorang mukmin walaupun bersungguh-sungguh melakukan ketaatan, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan bermacam taqarrub, namun dia merasa sangat kasihan terhadap dirinya, dia takut amalannya tidak diterima.
Meskipun dia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah-ibadah mulia ini namun dia tidak mengandalkan usahanya maupun menunjukkannya kepada Rabbnya, tapi dia meremehkan amalannya, dan menampakkan kefakirannya yang sempurna kepada ampunan Allah dan rahmat-Nya, dan hatinya penuh dengan rasa takut jika amalannya ditolak, Waliyadhu billah, dia memohon kepada-Nya supaya amalannya diterima.
3- Diberikan taufik melaksanakan amal shalih sesudahnya:
Sesungguhnya tanda diterimanya ketaatan seorang hamba bahwa dia diberikan taufik untuk ketaatan sesudahnya, dan diantara tanda diterimanya kebaikan: mengerjakan kebaikan sesudahnya, karena kebaikan tersebut berkata: kebaikan lagi...kebaikan lagi. Dan ini termasuk rahmat Allah Ta’alaa dan karunia-Nya, bahwa Dia memuliakan hamba-Nya jika telah berbuat kebaikan, dan mengikhlaskannya kepada Allah maka Allah membukakan untuknya pintu kebaikan lain, supaya lebih dekat kepada-Nya.
Maka amal shalih ibarat pohon yang baik, perlu disiram dan dipelihara, supaya tumbuh dan kuat, dan memberikan buahnya, dan hal terpenting yang kita perlukan adalah selalu menjaga amalan-amalan baik yang telah kita kerjakan, dan memeliharanya, dan menambahnya sedikit demi sedikit, inilah makna istiqamah yang sebenarnya.
4- Menganggap remeh amalannya serta tidak ujub dan tertipu dengannya:
Sesungguhnya hamba yang beriman berapa banyakpun dia beramal shalih, namun seluruh amalnya tidak menjadikannya bersyukur atas kenikmatan itu seperti kenikmatan pada jasadnya pendengaran, penglihatan, atau lisan dan lainnya, dan tidak merasa telah menunaikan hak Allah Ta’alaa, karena
hak Allah diluar gambaran kita, oleh karena itu termasuk sifat orang-orang yang ikhlas mereka menganggap kecil amalan mereka, sehingga mereka tidak takjub dengannya, dan tidak terkena penyakit ghurur yang akan menghapus pahalanya dan membuatnya merasa cukup dan malas untuk beramal shalih lagi.
Diantara hal yang dapat membantu kita menganggap kecil amalan kita adalah: mengenal Allah Ta’alaa, melihat nikmat-nikmat-Nya, dan mengingat dosa-dosa dan kelalaiannya.
5- Mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan:
Termasuk tanda diterimanya amalan, Allah memberikan kecintaan dalam hatimu terhadap ketaatan, sehingga engkau mencintainya, tenang dan tenteram kepadanya. Dan termsuk tanda diterimanya amalan adalah engkau membenci maksiat dan mendekatinya dan berdoa kepada Allah supaya menjauhkanmu darinya.
6- Berharap dan banyak berdoa:
Sesungguhnya takut kepada Allah saja tidak cukup, karena harus dengan pasangannya yaitu berharap, karena takut tanpa berharap menyebabkan putus asa dari rahmat Allah, sedangkan berharap saja tanpa takut menyebabkan rasa aman dari siksa Allah dan semuanya perkara yang tercela yang merusak akidah seseorang dan ibadahnya.
Dan berharap diterimanya amalan disertai rasa takut jika amalannya ditolak menjadikan manusia tawadhu dan khusyu kepada Allah Ta’alaa, sehingga bertambah imannya.
Dan apabila rasa berharap telah terwujud maka manusia mengangkat kedua tangannya ke langit memohon kepada Allah supaya amalannya diterima, karena hanya Dia saja yang Kuasa melakukannya .
7- Diberi kemudahan melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat:
Subhanallah, jika Allah menerima ketaatanmu Dia memudahkanmu untuk melakukan amalan lain yang sebelumnya tidak dalam persangkaanmu, bahkan Dia menjauhkanmu dari maksiat meskipun engkau dekat dengannya.
8- Mencintai orang-orang shalih dan membenci pelaku maksiat:
Termasuk tanda diterimanya ketaatan, Allah memberikan hatimu rasa cinta kepada orang-orang shalih para pelaku ketaatan dan memberikan hatimu kebencian kepada para pelaku kerusakan dan kemasiatan.
9- Banyak beristighfar:
Kalau kita merenungkan kebanyakan ibadah dan ketaatan maka hendaklah menutupnya dengan istighfar karena sejauh manapun manusia bersungguh-sungguh menyempurnakan amalannya pasti ada kekurangan dan kelalaian .
10- Konsisten dalam mengerjakan amal shalih:
Diantara petunjuk Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam adalah konsisten dalam amal shalih .
Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.
Mudah-mudahan Allah Ta’alaa menerima semua amalan kita terutama puasa, qiyamul lail, tilawah, sadaqah kita di bulan Ramadhan.
“Ya Allah, terimalah puasa kami, ampuni segala kesalahan kami, lindungi kami semua dari siksa api neraka, bimbinglah selalu agar kami berada di jalan yang lurus dan senantiasa istiqomah di sisa hidup yang tak lama ini.” Amin.
Demikian KULTUM hari ini saya sampaikan, mudah – mudahan ada guna dan manfaatnya, mohon maaf bila ada tutur kata yang salah dan kurang berkenan.
Oleh : Joko Kussuharto
Ass.Wr.Wb.......Rasulullah,SAW.
Bersabda : "Apabila seseorang di antara kamu berpuasa maka berbukalah dengan Kurma apabila tidak mendapatkannya maka dengan air.Sesungguhnya air itu bersih." Dari Hadist di atas, diketemukan hikmahnya,yakni : Bahwa,sebenarny...a perasaan lapar itu bukanlah karena kosongnya perut dari makanan tetapi karena kurangnya Zat gula di dalam darah.Terbukti,jika kita makan kurma yang manis sebelum menyantap hidangan maka kita akan kehilangan nafsu makan walau perut kosong.Hal ini disebabkan oleh kadar gula yang kita makan akan terserp dengan mudah dalam darah maka bertambahlah kadar gulanya sehingga menimbulkan perasaan kenyang.
Demikian sekilas tentang hikmah puasa di minggu ke dua hari pertama di acara Kultum Karaks besuki.Semoga bemanfaat...
Kaso'on. Wassalam,Wr.Wb.
Ass.Wr.Wb.......Rasulullah,SAW.
Bersabda : "Apabila seseorang di antara kamu berpuasa maka berbukalah dengan Kurma apabila tidak mendapatkannya maka dengan air.Sesungguhnya air itu bersih." Dari Hadist di atas, diketemukan hikmahnya,yakni : Bahwa,sebenarny...a perasaan lapar itu bukanlah karena kosongnya perut dari makanan tetapi karena kurangnya Zat gula di dalam darah.Terbukti,jika kita makan kurma yang manis sebelum menyantap hidangan maka kita akan kehilangan nafsu makan walau perut kosong.Hal ini disebabkan oleh kadar gula yang kita makan akan terserp dengan mudah dalam darah maka bertambahlah kadar gulanya sehingga menimbulkan perasaan kenyang.
Demikian sekilas tentang hikmah puasa di minggu ke dua hari pertama di acara Kultum Karaks besuki.Semoga bemanfaat...
Kaso'on. Wassalam,Wr.Wb.

